detikterkini.id - MALANG — Krisis air bersih kembali dirasakan warga Perumahan Griya Kebonagung Indah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kerusakan pada pompa dan jaringan pipa air swadaya masyarakat membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga kepada awak media pada Minggu, 6 September 2026. Menurut warga, gangguan air telah berlangsung sejak Jumat dan hingga Minggu siang proses perbaikan belum sepenuhnya selesai.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi keluarga yang memiliki bayi maupun anggota keluarga yang baru melahirkan. Kebutuhan air bersih yang seharusnya tersedia setiap hari menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi.
“Kami warga perumahan pusing melihat kebutuhan pokok bermasalah. Mulai Jumat, Sabtu sampai Minggu hari ini, tanggal 6 September 2026, belum selesai perbaikan pipa yang katanya rusak,” ungkap Idham, salah seorang warga.
Bantuan Dua Tangki Air Belum Mencukupi
Untuk mengurangi dampak kekurangan air, sebelumnya terdapat bantuan air sebanyak dua tangki. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga perumahan.
Warga bahkan harus mengantre hingga malam hari untuk memperoleh air. Berbagai wadah digunakan untuk menampung air, mulai dari jeriken, ember, bak hingga tempat penampungan lainnya.
Antrean warga dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka bergantian mengambil air sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
“Kemarin ada bantuan air dua tangki. Warga antre sampai malam demi mendapatkan air bersih. Pakai sembarang wadah, jeriken, ember, bak, pokoknya yang ada buat menampung dan mendapatkan bagian air. Tapi semua itu belum cukup,” tutur Idham.
Menurut warga, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Air diperlukan untuk memasak, mandi, mencuci, membersihkan rumah hingga memenuhi kebutuhan anggota keluarga, termasuk bayi dan ibu yang baru melahirkan.
Warga Minta Perbaikan Dipercepat
Warga berharap pengelola sarana air swadaya masyarakat dapat mempercepat proses perbaikan pompa maupun jaringan pipa yang mengalami kerusakan.
Mereka juga berharap adanya informasi yang jelas mengenai perkembangan perbaikan, sehingga warga mengetahui kapan distribusi air diperkirakan kembali normal.
“Air ini kebutuhan pokok. Kerusakan sudah tiga hari belum terselesaikan. Kami meminta kepada pengelola supaya betul-betul dipercepat pengerjaannya,” harapnya.
Kondisi antrean warga pada malam hari menjadi gambaran betapa vitalnya keberadaan fasilitas air bersih bagi kehidupan masyarakat. Ketika fasilitas utama mengalami gangguan, dampaknya langsung dirasakan hampir seluruh aktivitas rumah tangga.
Warga pun berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi permanen, bukan hanya melalui bantuan air sementara. Selain mempercepat perbaikan, warga menilai perlu adanya langkah antisipasi agar ketika terjadi kerusakan serupa, kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Hingga berita ini ditulis, keluhan warga terkait proses perbaikan pompa dan jaringan pipa air swadaya tersebut masih menjadi perhatian masyarakat Perumahan Griya Kebonagung Indah. Awak media juga membuka ruang konfirmasi kepada pihak pengelola terkait penyebab kerusakan, progres perbaikan, serta langkah penanganan krisis air yang dialami warga.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar